Pengertian Sengketa Tanah

Posted By on Nov 2, 2016


Sengketa pertanahan adalah proses interaksi antara dua orang atau lebih ataukelompok yang masing-masing memperjuangkan kepentingannya atau objek yang sama,yaitu tanah dan benda-benda lain yang berkaitan dengan tanah seperti air, tanaman,tambang juga udara yang berada dibatas tanah yang bersangkutan.

Secara umum ada beberapa macam sifat permasalahan dari suatu sengketa tanah antaralain :

  1. Masalah yang menyangkut prioritas dapat ditetapkan sebagai pemegang hak yang sahatas tanah yang berstatus hak atau atas tanah yang belum ada haknya.
  2. Bantahan terhadap sesuatu alasan hak atau bukti perolehan yang digunakan sebagaidasar pemberian hak.
  3. Kekeliruan / kesalahan pemberian hak yang disebabkan penerapan peraturan yangkurang atau tidak benar.
  4. Sengketa atau masalah lain yang mengandung aspek-aspek social.Berdasarkan penjelasan diatas, maka konflik pertanahan sesungguhnya bukanlah hal baru.

Namun dimensi konflik makin terasa meluas di masa kini bila dibandingkan padamasa kolonial. Beberapa penyebab terjadinya konflik pertanahan adalah

:1. Pemilikan/Penguasaan tanah yang tidak seimbang dan tidak merata;

  1. Ketidakserasian penggunaan tanah pertanian dan tanah nonpertanian;
  2. Kurangnya keberpihakan kepada masyarakat golongan ekonomi lemah;
  3. Kurangnya pengakuan terhadap hak masyarakat adat atas tanah/hak ulayat
  4. Lemahnya posisi tawar masyarakat pemegang hak atas tanah dalam pembebasantanah.

Mengenai konflik pertanahan adalah merupakan bentuk ekstrim dan keras dari persaingan. Secara makro sumber konflik besifat struktural misalnya beragamkesenjangan. Secara mikro sumber konflik/sengketa dapat timbul karena adanya perbedaan/benturan nilai (kultural), perbedaan tafsir mengenai informasi, data ataugambaran obyektif kondisi pertanahan setempat (teknis), atau perbedaan/benturankepentingan ekonomi yang terlihat pada kesenjangan struktur pemilikan dan penguasaantanah.

Masalah tanah dilihat dari segi yuridis merupakan hal yang tidak sederhana pemecahannya. Timbulnya sengketa hukum tentang tanah adalah bermula dari pengaduan satu pihak (orang/badan) yang berisi tentang keberatan-keberatan dantuntutan hak atas tanah baik terhadap status tanah ataupun prioritas kepemilikannyadengan harapan dapat memperoleh penyelesaian secara administrasi sesuai denganketentuan peraturan yang berlaku.

Menurut Maria S.W. Sumardjono secara garis besar peta permasalahan tanahdikelompokkan yaitu :1. Masalah penggarapan rakyat atas tanah areal perkebunan, kehutanan, proyek perumahan yang ditelantarkan dan lain-lain.

  1. Masalah yang berkenaan dengan pelanggaran ketentuan Landerform
  2. Ekses penyediaan tanah untuk keperluan pembangunan
  3. Sengketa perdata berkenaan dengan masalah tanah
  4. Masalah yang berkenaan dengan hak Ulayat masyarakat Hukum Adat.Melihat penjelasan di atas, maka alasan sebenarnya yang menjadi tujuan akhir darisengketa bahwa ada pihak yang lebih berhak dari yang lain atas tanah yangdisengketakan oleh karena itu penyelesaian sengketa hukum terhadap sengketa tanahtersebut tergantung dari sifat permasalahannya yang diajukan dan prosesnya akanmemerlukan beberapa tahap tertentu sebelum diperoleh sesuatu keputusan.

Tanah mempunyai posisi yang strategis dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang bersifat agraris. Sedemikian istimewanya tanah dalam kehidupan masyarakat Indonesiatelihat dan tercermin dalam sikap bangsa Indonesia sendiri yang juga memberikan penghormatan kepada kata tanah, dengan penyebutan istilah seperti Tanah air, Tanah tumpah darah, Tanah pusaka dan sebagainya.

Bahkan dalam UUPA juga dinyatakanadanya hubungan abadi antara bangsa Indonesia dengan tanah (Pasal 1 ayat (3) UUPA).Tanah tidak hanya sebagai tempat berdiam, juga tempat bertani, lalu lintas, perjajian, dan pada akhirnya tempat manusia dikubur. Akan tetapi, selama kurun waktu 52 tahun usiaUndang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No 5 Tahun 1960, masalah tanah bagi manusiatidak ada habis-habisnya.